Banyak yang mengatakan kalau gaya parenting orang tua dulu itu kolot, diktator atau kurang open minded. Orang kerap menilai bahwa pengasuhan orang tua jaman dulu cenderung keras. Mereka cenderung mengharapkan anak-anak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri dan bekerja keras sebagai cara untuk hidup. Bagaimana menurut kamu? apakah masih relevan diterapkan pada masa kini? Setiap pengasuhan yang dilakukan orang tua, tentu memiliki nilai tambah dan kurangnya. Kali ini kita akan membahas beberapa hal terkait gaya parenting orang tua dulu yang sebaiknya jangan ditiru. Simak penjelasan di bawah ini:

  1. Selalu merasa paling benar

Pola pengasuhan orang tua jaman dahulu yaitu kembali ke pasal satu, orang tua selalu benar dan anak selalu salah. Anak harus menuruti semua kemauan orang tuanya. Mereka para orang tua berpikir telah hidup terlebih dahulu dan sudah merasakan pahit manisnya kehidupan, sehingga pengalaman hidup mereka kerap kali menjadi tolak ukur. “Dulu mama seumuran kamu sudah begini, sudah begitu. Kamu masih …. makanya dibilangin orang tua itu nurut.” Jika anaknya tidak menuruti, mereka akan menganggap anaknya ngeyel.

Baca Juga : Baby Jadi Lebih Smart Dengan Kebiasaan Baik Ini

  1. Gengsi untuk minta maaf

Dalam hubungan keluarga tidak dapat dipungkiri kerap adanya perdebatan. Seperti dikatakan di atas, orang tua selalu merasa benar sehingga perlu ada bukti yang kuat untuk mematahkan argumennya. Setelah ternyata salah, mereka merasa gengsi untuk minta maaf dan hanya diam. Lalu semua dianggap seolah bukan masalah atau angin lalu dan hal ini kerap berulang.

  1. Kurang menunjukkan kasih sayang

Kata maaf juga masuk ke dalam mantra sakti kasih sayang ngomong-ngomong. Hal lain yang kurang menonjol dari pengasuhan orang tua jaman dulu adalah kurangnya pengapresiasian. Jarang bilang sayang, jarang peluk, jarang menunjukkan rasa bangga saat anaknya berprestasi. Mungkin bangga dalam hati, tapi tidak ditunjukkan dalam bentuk nyata.

  1. Kurang percaya kepada anak

Mereka juga takut anaknya melakukan kesalahan, anak jadi terasa sulit mendapatkan kepercayaan orang tua. “Kamu tahu apa? Contoh ini mama atau bapak. Kamu harusnya begini.” Mereka sering kali memberikan pengarahan dan cenderung saklek.

Baca Juga : Agar Anak Jauh dari Gadget dan dampak gangguan gadget bagi anak

  1. Kurang mengapresiasi

Karena kurangnya menunjukkan kasih sayang, rasa apresiasi kurang diperlihatkan. Sebagai anak, jelas tidak bisa membaca bagaimana hati orang tuanya apakah senang saat berprestasi? Padahal cara pengapresian bisa diketahui dalam bentuk yang nyata.

  1. Mudah melabeli dan menghukum anak

Namanya anak kadang suka bandel atau suka main. Nah, pengasuhan orang tua jaman dulu sering kali mudah melabeli, misalnya “anak bandel, anak tidak tahu diuntung, anak tidak tahu diri.” yang berlanjut pada pemberian hukuman, misalnya dijewer, disentil hingga dipukul.

Nah, itu dia sederet gaya parenting orang tua dulu yang sebaiknya jangan ditiru. Akan tetapi karena fakta-fakta di atas, bukan berarti orang tua menjadi buruk dan menjadikan anak durhaka tidak mau menuruti orang tua. Mereka hanya berusaha memberikan pelajaran yang terbaik untuk anaknya. Paling penting, selalu bersyukur karena bagaimanapun orang tualah yang membesarkan kita sedemikian rupa dan sudah sepatutnya kita memberikan yang terbaik untuk orang tua.

Baca Juga : Hai Orang Tua, Katakan 5 Kalimat Ini Pada Anak-anakmu