Pertengkaran dalam rumah tangga menjadi hal yang wajar. Perselisihan bisa menjadi bumbu dalam pernikahan, bukan hanya romantis saja. Saling meluapkan perasaan atau keluhan masing-masing menjadi hal yang baik tujuannya untuk bisa saling memahami. Maka dari itu perlunya mengendalikan diri atau emosi dalam mengontrol kata-kata agar pertengkaran tidak berkepanjangan atau malah memperburuk hubungan. Suami istri perlu menghindari tiga ucapan ini:

1. Ancaman

Suami dan istri harus bisa menghindari kata-kata berupa ancaman. Sebab akan semakin menyulut amarah pasangan dan masalah akan semakin runyam. Berbahaya jika suami sampai mengancam menggunakan kata “cerai” atau kalimat yang mengarah pada talak misalnya “kalau begini caranya aku akan menceraikanmu.”

Rasulullah mengingatkan tentang kata-kata cerai: “tiga perkara yang serius dan bercandanya sama-sama dianggap serius, yakni nikah, talak dan rujuk.” (HR. Abu Daud)
Imam Nawawi menjelaskan “orang yang menalak dalam keadaan rida, marah, serius maupun bercanda, talaknya tetap jatuh.”

2. Ungkapan kebencian

Jangan keluarkan ungkapan kebencian pada pasangan. Sebab dapat membekas pada hati pasangan, bisa saja pasangan akan merasa bahwa kamu sudah tidak lagi mencintainya. Tentu berbahaya bagi kehidupan pernikahan. Sakit di hati akan membekas, dan dikhawatirkan jika ada permasalahan yang sama hal itu akan terungkit kembali.

Baca: 5 Manfaat Pillow Talk yang Bikin Makin Romantis

3. “SELALU” dan “TIDAK PERNAH”

Selain ungkapan kebencian, suami istri juga harus menghindari kata selalu dan tidak pernah. Kata-kata tersebut seolah-olah menyamaratakan kesalahan. Misalnya ketika istri atau suami melupakan kewajiban. Jangan kamu berucap “kamu selalu salah dalam melakukan hal ini” atau “kamu tidak pernah memberikan sesuatu yang layak”. Padahal dalam satu pekan atau bulan baru kali itu pasangan lupa atau alpa terhadap apa yang menjadi hak dan kewajibannya.

Nah itu dia 3 ucapan yang harus dihindari oleh suami istri pada saat bertengkar. Bagian yang paling penting adalah jadikan setiap pertengkaran dalam keluarga menjadi sebuah pembelajaran untuk lebih baik dalam menjalani bahtera rumah tangga. Supaya kamu bisa lebih baik lagi dalam mengendalikan emosi. Cukup jadikan permasalahan rumah tangga menjadi rahasia berdua, sebab akan lebih mudah diselesaikan jika tidak melibatkan banyak pihak.