Alasan ke tidak cocokkan, masalah finansial, serta adanya orang ketiga adalah hal yang dianggap menjadi biang dari perceraian. Pernikahan memang tidak melulu tentang moment bahagia. Ada waktu di mana terjadi moment sedih serta pertengkaran atau perbedaan pendapat yang alot antara suami dan istri. Oleh karena itu, dalam pernikahan dibutuhkan komitmen yang kuat untuk menjalani pernikahan yang langgeng.

Perceraian memang bisa dilakukan jika sudah tidak mungkin lagi berdamai dalam bentuk apa pun. Karena pada dasarnya merusak hubungan suami dan istri itu hal yang terlarang, menjadi terlarang apabila meminta cerai tanpa sebab yang jelas.

Rasulullah bersabda, bagi wanita mana saja yang meminta talak (cerai) tanpa ada alasan yang jelas, maka haram baginya mencium bau surga (HR. Abu Daud no 2226).

Banyaknya tingkat perceraian pada masyarakat mesti diketahui sebab-sebabnya sebagai pembelajaran agar kita bisa mencegahnya, berikut penjelasannya:

1. Kurang memperhatikan agama dalam memilih pasangan

Dalam memilih pasangan Rasulullah shallahu alaihi wa salam menganjurkan untuk melihat pada agama dan akhlaknya. Sebab perceraian bisa terjadi karena jeleknya dalam memilih pasangan tanpa mengetahui bagaimana agama dan akhlaknya. Kejelekan seseorang akan telihat jelas setelah menikah.

Selain itu kurang memperhatikan agama dapat menjerumuskan ke dalam hal yang sifatnya maksiat. Tidak shalat, tidak membaca al-quran dan kurang mengingat allah, tentu tidak dapat membentengi diri dari berbagai macam gangguan. Contohnya bisa menjadi pecandu barang haram atau melakukan hal-hal yang diharamkan.

2. Kurangnya tanggung jawab

Kurangnya tanggung jawab dalam melaksanakan kewajiban sering kali memicu terjadinya perceraian. Suami meninggalkan tanggung jawab untuk menafkahi istri dan istri tidak mengurus suami atau hanya sibuk bersosialita dengan teman-teman hingga melupakan apa yang mesti ia kerjakan. Ada pula yang terlalu sibuk dengan pekerjaan sampai melupakan hak pasangan, anak, dan keluarganya.

3. Tidak harmonis

Ketidak harmonisan rumah tangga terjadi karena tidak memerhatikan hak satu sama lain, hingga tidak bisa saling memahami dan bersepakat. Misalnya hanya sibuk dengan sosial media. Berbagai media sosial bisa memberikan dampak yang buruk bagi perilaku, akhlak, dan pernikahan.

Sebagian pasangan yang mengalami perceraian juga disebabkan karena banyaknya buruk sangka serta terlalu menuntut pada pasangan atau sikap istri yang merasa tinggi dari suami mengakibatkan munculnya konflik dalam pernikahan sehingga menimbulkan ke tidak akuran. Namun ada juga perceraian yang terjadi sebab keluarga ikut ambil bagian. Adanya sebab-sebab perceraian di atas semoga bisa menjadi pembelajaran untuk mencegah perceraian. Semoga bermanfaat.