Dalam urusannya dengan pernikahan, banyak hal yang harus diperhatikan termasuk hal kecil sekalipun. Suami perlu memperhatikan hal berikut ini:

Seorang suami, jika berada di rumahnya termasuk sunnah ia membuat minuman sendiri seperti teh, masak sendiri jika ia pandai memasak. Ia mencuci apa yang perlu dicuci. Ini semua bagian dari sunnah.

Jika engkau melakukannya niscaya engkau akan diganjar pahala sunnah. Telah mencontoh Rasulullah Shallahu Alaihi Wa salam dan sebagai bentuk rendah hati kepada Allah ta’ala. Sebab perkara ini akan menumbuhkan rasa sayang antara dirimu dan istrimu

Seorang istri jika merasa dibantu dalam pekerjaan rumahnya tentu ia akan mencintaimu. Dan engkau akan lebih bernilai di pandangan mereka. Maka mengamalkan perbuatan seperti ini terdapat kebaikan yang besar. (Syariah Riyadhush Sholihin: 3/529).

Baca: Cara Menilai Laki-laki, Apakah Dia Suami Baik Untukmu?

Seorang suami harus mempelajari masalah haid dan hukum-hukumnya sehingga dia bisa mengetahui bagaimana cara memperlakukan istri yang sedang haid dan bahkan mengajarinya hal-hal yang benar dalam masalah salat, haid dan istihadah.

Seorang suami harus bisa menjaga kesehatan istri terutama jika sedang hamil. Harus bisa membuat lingkungan yang sehat untuk istri. Contohnya dengan tidak merokok, sebab asap rokok dapat berdampak sangat buruk bagi ibu dan si kecil dalam kandungan.

Janin berisiko mengalami kecacatan, lahir prematur, atau lahir dengan berat badan rendah jika terpapar asap rokok. Jika kamu belum bisa berhenti merokok maka, usahakan untuk mengurangi kegiatan merokok, atau cobalah untuk tidak melakukannya di sekitar istri.

Kamu bisa mencoba menghentikan kegiatan merokok dengan mencoba mengalihkan ke makanan bergizi. Biasanya orang yang berhenti merokok mulutnya akan terasa masam. Cobalah untuk mengonsumsi susu, atau makan camilan seperti buah-buahan, kacang-kacangan dan sebagainya.

Seorang suami seharusnya tidak hanya mendengar sang istri dengan telinga mereka tetapi dengan hati dan pikiran mereka. Ada waktu di mana seorang istri perlu melampiaskan keadaan buruk yang menimpanya atau segala keluhannya, dan suami harus mendengarkannya dengan simpatik. Suami tidak harus mencoba memecahkan masalah atau menyarankan suatu tindakan, karena terkadang istri hanya ingin didengar.