Menikah adalah salah satu ibadah, sunnah yang diajarkan Nabi Muhammad Shallahu Alaihi Wa sallam. Hukum menikah berlaku sesuai keadaan manusia. Berlaku sunnah apabila seorang pria telah dewasa dan mampu memberi nafkah lahir dan batin, menjadi wajib apabila tidak segera menikah dan menimbulkan zinah, serta bisa menjadi haram jika tujuannya untuk menyakiti. Menikah merupakan suatu moment yang istimewa pada diri manusia.

Ketika menikah hubungan antara laki-laki dan perempuan yang mahram bisa bernilai pahala dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga menyukai ibadah ini disamping amalan shalih yang lainnya.

Menikah memiliki beberapa keutamaan dalam Islam, antara lain:

1. Menikah akan membuat seseorang merasa lebih tenang

Dalam Q.S Ar-Ruum: 21, Allah berfirman yang artinya, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya.”

Berdasarkan penelitian Dr. Christhoper Fagundes di Ohio State University menemukan bahwa seseorang yang telah menikah, sangat kecil kemungkinan terlibat dengan tindakan yang berisiko besar atau bahaya tinggi. Alasannya sederhana, orang yang menikah sadar karena merasa memiliki orang-orang yang perlu dilindungi, membutuhkan, sehingga sudah tertanam mindset untuk menjaga diri dalam bertindak.

2. Menikah akan membuka pintu rezeki

Rezeki merupakan ketetapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Dia (Allah) telah menjamin seluruh makhluknya dan tidak akan menelantarkan satupun makhluk. Salah satu pintu rezeki adalah dengan menikah. Allah berfirman dalam Q.S An-Nuur: 32 yang artinya,

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan mampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

3. Menikah berarti menjalankan sunnah rasul

Menikah adalah salah satu sunnah Rasul, At-Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Ayyub Radhiallahu anhu, Rasulullah Shallahu Alaihi Wa sallam bersabda:

“ Ada empat perkara yang termasuk sunnah para Rasul: rasa-malu, memakai wewangian, bersiwak dan menikah.” (HR. At-Tirmidzi (no. 1086)

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan”. (Q.S Ar-Ra’du: 38)

4. Menikah akan menjaga kemaluan dan menundukkan pandangan

Pandangan mata memang sering membangkitkan kekuatan birahi. Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengurangi kekuatan dengan cara mendatangi istri. Seseorang akan lebih menjaga pandangannya setelah menikah. Karena dia bisa menyalurkan syahwatnya kepada sesuatu yang halal, yaitu istrinya.

“Wahai para pemuda, barangsiapa yang memiliki kemampuan, maka menikahlah, karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya.” (HR. Bukhori , no 5065 dan Muslim, no 1400).

5. Menyempurnakan separuh agama

Islam sangat memuliakan pernikahan atas dasar ibadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Menikah dianggap menjadi pelengkap kesempurnaan ibadah dari seorang muslim. Rasulullah shallahu alaihi wa sallam bersabda: “jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanyam bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya. (HR. Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah hadits Ash-shahihah, no 625).

6. Hubungan intim dengan pasangan yang halal adalah sedekah

Berhubungan badan suami-istri dinilai merupakan suatu kebaikan dan mendatangkan pahala. “Hubungan badan antara kalian dengan istri adalah sedekah. Para sahabat bertanya kepada Rasul Shallahu Alaihi Wa sallam. ‘wahai Rasulullah, apakah dengan kami mendatangi istri kami dengan syahwat itu mendapat pahala?’ beliau menjawab. ‘bukankah jika kalian bersetubuh pada yang haram akan mendapatkan dosa. Oleh karenanya jika kalian bersetubuh pada yang halal, maka tentu kalian akan mendapatkan pahala. (HR. Muslim, no. 1006).

Dengan demikian menikah mendatangkan keutamaan-keutamaan yang dapat membangun kehidupan yang lebih baik lagi. Semoga pembahasan di atas dapat bermanfaat!