Selalu ada awal untuk setiap hal, termasuk untuk berumah tangga. Bagi Anda yang sedang mempersiapkan pernikahan, bisa dipastikan anda akan disibukkan berbagai macam persiapan terkait dengan hal tersebut. Berbagai rencana akan memenuhi benak pikiran anda dengan pasangan, mengingat pernikahan akan menjadi awal yang baru bagi anda dan pasangan. Suatu hal yang wajar bila Anda menginginkan semua rencana berjalan dengan sempurna. Sebab setiap orang pasti mengharapkan kebahagiaan dan kelancaran di dalam pernikahannya.

Selain macam-macam rencana untuk pesta pernikahan, anda dan pasangan juga wajib mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan berumah tangga itu sendiri. Melaksanakan pernikahan dengan lancar dan biaya yang ringan adalah hal yang diinginkan oleh sepasang calon suami dan istri. Hambatan yang sering terjadi saat menikah adalah permasalahan biaya, dan juga supaya pernikahanmu dianggap sah di mata hukum Indonesia, maka terlebih dahulu kamu perlu memenuhi sejumlah syarat nikah di KUA

Apa aja sih syarat-syaratnya izin pernikahan?

Berikut syarat yang harus kalian lakukan sebelum melakukan pernikahan:

  1. Surat Keterangan untuk Nikah

Kalian ke RT dan RW untuk dibuatkan surat pengantar ke kelurahan sesuai tempat kalian tinggal. Kemudian minta surat keterangan untuk menikah kepada pegawainya.

  1. Surat Keterangan Asal Usul

Surat keterangan asal usul bisa didapatkan dari kelurahan tempat kalian tinggal. Surat ini bertujuan untuk mengetahui informasi umum tentang kalian, mulai dari nama, tempat tinggal, tanggal lahir, pekerjaan, hingga data kedua orang tua.

  1. Surat Persetujuan Mempelai

Surat ini bertujuan untuk perjanjian antara mempelai sehinga tidak berubah pikiran untuk membatalkan pernikahan. Sebaiknya cepat mengurus surat ini supaya si calon cepat menandatangani surat dan sulit untuk berubah pikiran.

  1. Surat Keterangan Tentang Orangtua

Surat ini diwajibkan yang mengisi data kedua orangtua kalian. Secara umum, isi pada surat ini hampir sama dengan surat asal usul, hanya berbeda formatnya.

  1. Biaya pencataan nikah

Membayar biaya pencatatan nikah sebesar Rp30.000

  1. Surat Izin Orangtua

Surat ini untuk tanda diizinkan kedua orangtua jika calon pengantinnya berumur di bawah 21 tahun.

  1. Surat Akta Cerai

Surat ini wajib hukumnya dimiliki bagi pasangan yang pernah menikah dan bercerai.

  1. Surat Izin Komandan

Surat izin wajib di ikut sertakan saat mengurus pernikahan di KUA, terutama bagi kalian yang bekerja sebagai anggota TNI atau POLRI.

  1. Surat Akta Kematian

Surat ini bertujuan ingin membangun rumah tangga yang baru yang pasangan pendamping sebelumnya sudah meninggal dunia. Sertakan surat Kematian Suami atau Istri saat melakukan pendaftaran nikah di KUA.

  1. Surat Dispensasi dari Pengadilan Bagi Calon Suami yang Belum Berumur 19 Tahun dan Bagi Calon Istri yang Belum Berumur 16 Tahun
    Surat ini bertujuan tidak banyak orang yang melakukan nikah dibawah umur yang cukup. Pemerintah membuat peraturan ini karena memikirkan masalah ekonomi yang akan datangserta kesiapan mereka dalam membina keluarga.
  2. Izin dari Kedutaan Besar untuk WNA
  3. Fotocopy Identitas Diri (KTP)
  4. Fotocopy Kartu Keluarga
  5. Fotocopy Akta Kelahiran

Terkadang KUA meminta Bukti imunisasi TT (Tetanus Toxoid) I bagi calon pengantin wanita, kartu imunisasi, dan imunisasi TT II dari puskesmas setempat.

Untuk masalah biaya nikah , berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 48 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah
No. 47 Tahun 2004 tentang Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak. Berlaku pada Departemen Agama bahwa:

– Nikah atau Rujuk dilaksanakan di kantor KUA pada hari dan jam kerja : Rp.0,-

– Dilaksanakan di luar kantor atau diluar hari dan jam kerja : Rp.600.000,-

Alur atau tata cara prosesi pernikahan di KUA sebagai berikut:

1. Mendatangi ketua RT untuk mengurus surat pengantar ke Kelurahan/Desa

2. Mendatangi Kelurahan/Desa untuk mengurus surat pengantar nikah ke KUA

3. Jika pernikahan dilakukan kurang dari 10 hari dari waktu pendaftaran, harus minta keterangan dispensasi dari Kecamatan

4. Membayar biaya akad jika diluar lokasi KUA

5. Menyerahkan bukti pembayaran ke KUA

6. Mendatangi KUA tempat dilaksanakannya akad nikah untuk melakukan pemeriksaan surat-surat, data calon pengantin, dan wali nikah

7. Melaksanakan akad nikah sesuai dengan yang disepakati

8. Mengecek keaslian buku nikah

Nah, itulah 14 syarat nikah di KUA yang perlu kamu siapkan. Perlu diingat, supaya rencana akad nikah kamu lancar, persiapkanlah semua dokumen yang dibutuhkan jauh-jauh hari sebelum hari H.  Bisa juga gunakan untuk lebih banyak beribadah dikuatkan lagi doa’anya, atau menenangkan diri agar tak gugup di hari H nanti.

Sebaiknya sebulan sebelum hari H jadi waktu yang paling sibuk untuk anda dan pasangan. Tapi, semoga artikel di sini bisa jadikanmu acara yang lebih tertata dalam menghadapi segalanya.

Lebih baik lagi bila kamu mempersiapkannya tiga atau empat bulan sebelum prosesi akad nikah dilangsungkan. Selamat menempuh hidup baru, ya!