Fenomena nikah muda akhir-akhir ini menjadi hits. Beberapa orang menyetujui kampanye nikah muda, bagi mereka nikah muda kisaran 18-25 tahun. Meski beberapa orang lainnya merasa nikah muda justru terlihat menjadi pernikahan dini, sama saja di bawah 18 tahun.

Berdasarkan Pasal 7 ayat (1) UU No. 16 tahun 2019 baik pria dan wanita batas usia pernikahan adalah 19 tahun. Namun terlepas dari itu semua. Nikah muda boleh saja dilakukan asal kondisi mental dan finansialnya baik.

Di bawah ini kamu cuma butuh 4 alasan kenapa memilih menikah muda:

  1. Kalau sudah cocok tunggu apalagi

Ketika kamu sudah menemukan apa yang kamu cari pada diri pasanganmu. Dia yang mau rela menerima ketidaksempurnaanmu dan mau melengkapinya. Pencarianmu bisa dibilang sudah berakhir.

Kalau sudah begitu tunggu apalagi? Menikah sekarang atau nanti sama saja. Ujung-ujungnya akan membangun rumah tangga. Dengan menikah lebih awal kamu bisa menghindari hal yang tidak diinginkan dan berkesempatan lebih awal membangun hidup bersama.

Dengan menikah, kebebasan berdua bisa didapatkan. Sudah tidak ada lagi batasan norma yang harus dijaga di tengah keluarga dan masyarakat. Kan sudah suami istri, kalian bisa menikmati pacaran rasa halal.

  1. Laki-laki yang menikah muda bisa menghasilkan uang lebih banyak

Secara umum, pria yang menikah lebih dulu bisa menghasilkan uang lebih banyak. Faktor tersebut terjadi barangkali semangat kerja muncul karena sudah memiliki tanggung jawab untuk mencari nafkah untuk keluarga. Produktivitas laki-laki akan meningkat setelah menikah, karena sudah ada istri yang mengurus semua keperluannya terutama kebutuhan domestik.

Cepat atau lambat kehidupan menuntutmu untuk lebih dewasa. Belajar tanggungjawab lebih awal. Menikah sama saja berhentinya sokongan finansial dari orangtua. Kamu harus menyiasati pengeluaran dan permasalahan yang terjadi di dalam rumah tangga.

  1. Menikah muda atau tidak tetap ada masalah

Masalah akan selalu datang di kehidupan manusia. Namun tinggal bagimana cara mengatasinya. Menikah muda seringkali identik dengan rawan perceraian karena dari masing-masing individu brlum mampu mengendalikan emosi.

Data Kementerian Agama menunjukkan dari 347.256 kasus perceraian di tahun 2017, sebagian besar diajukan perempuan dan sepertiganya berusia di bawah 35 tahun.

Sebagian orang menyangkal, karena masalah dalam pernikahan pasti ada, entah kamu menikah di usia berapa. Justru dnegan menikah muda, perbedaan bisa diatur sejak awal. Sehingga dapat mengatasi kesalahpahaman dengan lebih baik. Menikah muda atau tidak, masalah setelah menikah akan tetap menghampiri kok. Tetapi saran untuk konseling pra nikah sebelum memutuskan menikah muda itu juga perlu untuk kesiapan mental dan finansial.

  1. Bisa jadi orang tua gaul dan punya anak yang OK

Sel telur yang baik adalah cikal bakal anak yang berkualitas. Tentu usia di bawah 30 tahun menjadi usia ideal untuk memiliki anak. Kamu bisa memiliki keturunan dengan kualitas oke jika memiliki menikah di usia muda.

Kamu juga bisa menyesuaikan diri dengan perubahan setelah anak lahir akan lebih besar kamu dapatkan. Menikah di usia muda juga bisa bikin kamu kelihatan gaul meski nanti anakmu sudah dewasa. Kamu bisa berbincang dengan anakmu selayaknya teman dan bisa mengikuti perkembangan jaman.

Dengan usiamu yang masih muda berarti punya kesempatan lebih untuk bekerja lebih lama dan giat. Sumber daya yang kamu dan kekuatanmu masih kuat untuk emndampingi anak-anakmu hingga mereka bisa mencukupi kebutuhan finansial mereka sendiri. kamu bisa memberikan keadilan kepada anak-anak kalian, sebagai orang tua kamu akan lebih siap mendampingi sampai benar-benar dewasa dan bisa dilepas.

Nah, bagaimana? Dengan 4 alasan di atas apakah sudah bisa membuat kamu mantap melangkah untuk menikah muda?