Pernikahan atau menikah artinya menyatu atau terkumpul. Dalam proses menyatukan dua insan manusia yang saling mencintai ini harus dilakukan Ijab Qobul (akad nikah).

Di saat seseorang melaksanakan akad pernikahan, maka dia akan mendapatkan banyak ucapan do’a dari para undangan dengan do’a keberkahan sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW; “Semoga Allah memberkahimu, dan menetapkan keberkahan atasmu, dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.

Pernikahan diawali akad nikah yang sah pastinya memenuhi segala ketentuan yang ada dalam islam, yaitu terpenuhi syarat dan rukun-rukunnya. Apabila akad nikah itu batal, maka tidak menjadi akibat dibolekannya memandang aurat secara mutlak.

Pernikahan itu sebuah ibadah. Ibadah yang terlama bahkan seumur hidup, atau sampai se surga. Aamiin..

Karena itu harus diawali dengan niat yang benar. Kenapa harus dimulai dengan niat yang benar?

Karena apapun yang muncul dari ibadah setan tidak akan senang, otomatis setan akan menggoda, yang tidak digoda itu orang yang tidak ibadah.

Ketika ada seorang pemuda, dia sadar bahwa syahwatnya begitu sudah luar biasa, nafsunya kadang tergoda karena melihat wanita, itulah kondisi laki-laki.

Kondisi itulah yang memang Allah sudah ciptakan dan tentukan seperti itu.

Atas dasar inilah ketika laki-laki memiliki syahwat, begitupun dengan perempuan , Allah tidak inginkan mereka tercela melainkan Allah ingin memuliakan manusia dengan sebuah pernikahan.

Tapi yang bukan sekedar main-main, sesungguhnya pernikahan ini yang disaksikan oleh Allah. Jadi niatkan dan awali dengan yang baik.

Dalam Al-qur’an Allah berfirman (Q.S.Adz-Dzariyat:49) yang artinya “Dan segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasangan”