1. Perbaiki diri untuk orang tua dan perbanyak taubat

Cari pasangan hidup yang baik, sehingga mendapatkan keturunan yang baik. Selain itu, perbanyak taubat karena dengan taubat bisa menjadikan orang tersebut lebih baik dari orang yang belum melakukan dosa.

قَدْ تَابَتْ تَوْبَةً لَوْ قُسِمَتْ بَيْنَ سَبْعِينَ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ لَوَسِعَتْهُمْ وَهَلْ وَجَدْتَ تَوْبَةً أَفْضَلَ مِنْ أَنْ جَادَتْ بِنَفْسِهَا لِلَّهِ تَعَالَى

“Wanita ini telah bertaubat dengan taubat yang seandainya taubatnya tersebut dibagi kepada 70 orang dari penduduk Madinah maka itu bisa mencukupi mereka. Apakah engkau dapati taubat yang lebih baik dari seseorang mengorbankan jiwanya karena Allah Ta’ala?” (HR. Muslim no. 1696).

  1. Makan yang Halal

كُلُّ جِسْمٍ نَبَتَ مَنْ سُحْتٍ فَالنَّارُ أَوْلَى بِه

Setiap jasad yang tumbuh dari harta haram, maka neraka layak untuknya. (Majmu’ al-Fatawa, 21:541).

Allah juga berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman, makanlah makanan yang baik dari rezeki yang Kami berikan kepada kalian” [al-Baqarah/2:172].

  1. Banyak untuk punya anak yang sholih dan berdoa setelah mempunyai anak.

Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam berkata:

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

“Robbi hablii minash shoolihiin” [Ya Rabbku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh]”. (QS. Ash Shaffaat: 100).

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Robbanaa hab lanaa min azwajinaa wa dzurriyatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa” [Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa]. (QS. Al Furqon: 74)

  1. Mengenal Allah dan Takut kepada Allah

Peran orang tua disini untuk berilmu, belajar. Sehingga bisa mengajarkan kepada anak-anaknya.

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama” (QS. Fathir: 28).

Cara mengenal Allah dengan cara:
1. Menghafal, Asmaul Husna sebagai pintu gerbang untuk mengenal Allah
2. Memahami nama-nama Allah
3. Berdoa dengan nama-nama Allah
4. Beribadah dengan kandungan nama-nama Allah

  1. Memberikan suri tauladan kepada istri dan anak-anaknya

…… وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا …..

Khidir dan Nabi Musa ‘Alaihissalam memperbaiki dinding anak yatim dan Allah menjaga hartanya dikarenakan orangtua mereka adalah orangtua yang shalih.

  1. Membawa teman yang baik ke rumah

Membawa teman yang baik, karena akan menjadi contoh bagi anak-anaknya. Misalnya, membawa teman yang merokok, maka bisa-bisa anaknya mengikutinya. Maka dari itu, harus berhati-hati dalam membawa teman ke rumah.

  1. Memberikan Nasihat kepada Anaknya

Memberikan nasihat tidak harus pada saat resmi, karena suasana pada saat santai menjadikan hati lebih terbuka. Misalnya saat sedang satu mobil dengan anak, saat makan bersama, saat sedang di atas tempat tidur. Seakan-akan memberikan nasihat, tidak menghakimi kesalahannya sehingga anak-anak lekas sadar akan kesalahannya sendiri.

  1. Menyuruh Keluarganya Shalat

Tidak cukup hanya suritauladan, terkadang anak juga perlu disuruh, sedikit diberi tekanan. Seperti sebuah hadist riwayat Abu Daud (no.495) dan Ahmad (6650), Rasulullah Shallahu Alaihi Wasallam bersabda kepada orang tua agar memerintah anak-anak mereka untuk shalat, saat usia mereka tujuh tahun. Lalu pukullah mereka jika saat sepuluh tahun tidak juga shalat, dan pisahkan juga tempat tidur mereka.

Allah berfirman mengenai Ismail alaihissalam

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِسْمَاعِيلَ ۚإِنَّهُ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُولًا نَّبِيًّا وَكَانَ يَأْمُرُ أَهْلَهُ بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ وَكَانَ عِندَ رَبِّهِ مَرْضِيًّا

“Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi. Dan ia menyuruh keluarganya untuk shalat dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhannya” (Maryam: 54, 55)

  1. Berkata-kata atau berucap yang baik

Ucapan-ucapan yang keluar akan direkam oleh anak. Maka biasakan untuk berbicara yang baik. Ucapkan “semoga Allah memberikan hidayah kepadamu”, jika kemarahan diucapkan dengan baik maka menjadi do’a yang baik. Memperbanyak dzikrullah, sehingga anak terbiasa mendengar ucapan-ucapan yang baik.

Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda,

لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَلَا اللَّعَّانِ وَلَا الْفَاحِشِ وَلَا الْبَذِيءِ

“Seorang mukmin bukanlah orang yang banyak mencela, bukan orang yang banyak melaknat, bukan pula orang yang keji (buruk akhlaqnya), dan bukan orang yang jorok omongannya” (HR. Tirmidzi, no. 1977; Ahmad, no. 3839 dan lain-lain)

  1. Jadikan Rumah Kita adalah Rumah Qur’an

Jadikan rumah kita menjadi tempat berkumandangnya ayat-ayat suci Al-Qur’an. Usahakan waktu tertentu ibu atau bapak menyimak bacaan al-Qur’an anak. Misalnya khususnya hari Jum’at dengan membaca surat Al-Kahfi. Kemudian membaca surat Yaasin, karena di dalamnya terdapat peringatan-peringatan yang indah tentang hari kiamat, tentang kematian, tentang dibangkitkannya manusia.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِى تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ
“Janganlah jadikan rumah kalian seperti kuburan karena setan itu lari dari rumah yang didalamnya dibacakan surat Al Baqarah.” (HR. Muslim no. 1860)

  1. Pendidikan Akhlak yang Baik

– Akhlak bisa baik dan buruk, sedangkan adab selalu baik

– Akhlak bisa bawaan lahir dan bisa dipelajari, sedangkan adab biasanya dipelajari

Puncak dari Akhlak
1. Keberanian, misalnya melatih dengan menjauhkan anak dari tontonan yang membuat anak takut atau berusaha menaku-nakuti
2. Berbagi, misalnya melatih dengan memberi uang saat hari Jum’at untuk dimasukkan ke dalam kotak amal. Kemudian didik anak jangan pelit untuk berbagi mainannya.
3. Sabar, misalnya melatih menjadi orang yang tidak mudah marah
4. Adil, misalnya melatih dengan kasih sayang yang merata dan tidak pilih kasih

  1. Menjaga Tali Silaturrahim

Silaturrahim itu penting. Ajak anak-anak untuk mengunjungi keluarga, kenalkan mereka pada saudara-saudaranya sehingga menumbuhkan rasa cinta sesama saudara. Rasulullah Shallahu Alaihi Wasallam bersabda : “tidak akan masuk surga orang yang memutuskan rahim”. Orang-orang yang menyambung rahim, maka bersama-sama akan masuk surga.

  1. Memberikan Perhatian Khusus Kepada Anak Perempuan

Surat An Nahl 58-59

وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالْأُنْثَىٰ ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ

  1. Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah.

يَتَوَارَىٰ مِنَ الْقَوْمِ مِنْ سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ ۚ أَيُمْسِكُهُ عَلَىٰ هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ ۗ أَلَا سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ

  1. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)?. Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.