Hidup bahagia dunia dan akhirat merupakan dambaan bagi semua manusia. Namun semua itu bisa didapat dengan bagaimana kita bersikap, dengan kebaikan dan rasa syukur, kebahagiaan bisa dengan mudah didapat. Sesederhana itu. Ada banyak kebahagiaan yang bisa kita capai meski sudah memiliki pasangan.

Dalam bahtera rumah tangga, komunikasi lagi-lagi menjadi hal yang paling krusial. Komunikasi yang baik dapat menciptakan kemesraan, sedang yang tidak lancar seringkali menimbulkan kesalahpahaman.

Dalam berkomunikasi terhadap pasangan juga perlu diperhatikan. Baik komunikasi verbal maupun non verbal. Kelembutan adalah sebuah keharusan, baik sikap atau ucapan. Kelembutan harus ada bukan hanya saat-saat bahagia. Saat konflik yang pelik sekalipun kontrol emosi harus diperhatikan supaya tidak menimbulkan kekerasan yang bisa menganggu psikis pasangan atau bahkan kekerasan yang menyebabkan cacat fisik.

Sikap lembut bisa diciptakan dari rasa syukur dan sabar. Seseorang yang bersikap lembut akan dibimbing pada tindakan yang penuh hikmah. Sehingga mampu menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.

Diskusi menjadi hal yang sangat dianjurkan dalam menyelesaikan masalah. Sikap kompromi mampu membawa kamu dan pasanganmu untuk menemukan titik tengah. Menerima setiap keputusan dengan lapang dada dan ikhlas sehingga bisa saling memaklumi.

Kebahagiaan dunia dan akhirat juga sering ditandai degan memiliki jodoh yang shaleh, anak-anak yang shaleh, harta yang halal, dan selalu semangat dalam mempelajari ilmu agama. Maka dari itu seorang suami harus memiliki sikap yang lembut, seperti yang dikatakan Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam dalam sebuah hadits bahwa seorang wanita terbuat dari tulang rusuk. Harus dibimbing dengan penuh kelembutan. Karena jika diingatkan dengan kasar bisa patah. Namun jangan pula dibiarkan bengkoknya semakin parah. Hadits diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim rahimahumullah.

Kemudian seorang ibu harus patuh terhadap suami. Orang tua bisa menjadi madrasah terbaik bagi anak-anaknya terutama ibu. Rasulullah Shallahu a’laihi wa sallam dalam sebuah Hadits  Riwayat An-Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,

Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci”