Pernikahan adalah upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma sosial, dan norma hukum.

Namun, pernikahan bukan hanya menyatukan mempelai laki-laki ataupun perempuan, melainkan menyatukan dua keluarga yang berbeda. Maka jelas pernikahan membutuhkan, restu juga doa untuk kedua belah pihak. Khusunya orang tua.

Do’a menjadi hal yang paling penting agar kelak pernikahan kedua mempelai selalu dipenuhi keberkahan. Do’a merupakan senjata orang mukmin dan juga pilar agama. Maka hendaknya berdoa baik dalam keadaan susah ataupun senang, karena allah akan selalu mendengar dan mengabulkan do’a hambanya.

Do’a tersebut antara lain:

بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِى خَيْرٍ

Barakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fiil Khairin

Semoga Allah memberkahimu di waktu bahagia dan memberkahimu di waktu susah, serta semoga Allah mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan” (HR. Abu Dawud no. 2130).

Selain itu, disunnahkan untuk mendoakan mereka setelah selesai makan. Begini do’anya:

Diantara doa yang disunnahkan untuk dibaca ialah,

Ya Allah, ampunilah mereka, sayangilah mereka dan berkahilah mereka pada apa-apa yang Engkau karuniakan kepada mereka” (HR. Ahmad IV/187-188).

Lalu bagaimana jika mendoakan dengan kata “SAMAWA”?

Menurut Ustadz Yulian Purnama hafidzahullaah melalui WAG Muslimah.Or.Id. Hendaknya tidak menggunakan singkatan, karena hal tersebut tidak dibenarkan dan tidak dianggap doa. Jika tidak hapal do’a untuk pengantin maka, dalam riwayat lain versi ringkasnya cukup:

Baarakallahu lak
Semoga Allah memberikan keberkahan padamu” (HR. At Tirmidzi no.1094)

Diperbolehkan juga menggunakan bahasa Indonesia “Semoga berkah ya…” atau “Semoga Allah berkahi…” dan semisalnya.

Toh kalaupun singkatan, jadinya bukan SAMAWA melainkan SAMARA ( sakinah, mawaddah dan wa rahmah). Ada baiknya menggunakan bahasa indonesia saja jika tidak hapal menggunakan bahasa arab, agar maksud do’a tersampaikan.

Waallahu a’lam… Demikian. Semoga bermanfaat.