Seseorang yang bergerak untuk menikah hendaknya mengetahui tujuan nikah. Nikah bertujuan untuk menjaga manusia dari kepunahan serta menjaga kehormatan. Maka dari itu, untuk menjaga kehormatan, syariat memerintahkan agar pernikahan ini dapat dihadiri banyak orang dengan diadakan walimah supaya diketahui masyarakat. Walimah merupakan bagian dalam tata cara pernikahan dalam islam yang wajib dan diusahakan sesederhana mungkin.

 

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

”Selenggarakanlah walimah meskipun hanya dengan menyembelih seekor kambing”

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam memberikan peringatan kepada orang-orang yang mengadakan walimah, supaya tidak melihat kasta orang-orang yang akan diundang. Jangan hanya mengundang orang-orang yang kaya saja, tetapi juga orang-orang yang miskin. Sejelek-jelek hidangan adalah makanan yang dihidangkan untuk orang-orang kaya saja.

 

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Makanan paling buruk adalah makanan dalam walimah yang hanya mengundang orang-orang kaya saja untuk makan, sedangkan orang-orang miskin tidak diundang. Barangsiapa yang tidak menghadiri undangan walimah, maka ia durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya”

 

Jika kita diundang walimah, hendaknya memperhatikan adab-adab. Salah satunya adab makan. Berikut adab makan dalam walimah:

  1. Hadir bukan semata-mata untuk makan. Niatkan untuk mengamalkan sunnah, memuliakan sesama saudara mukmin.
  2. Jangan lupa membaca basmalah sebelum makan. Makanlah sambil duduk. Jika kita makan dan minum sambil berdiri. Hal itu tidak baik dan dapat menimbulkan beberapa resiko kesehatan, antara lain: naiknya asam lambung, menurunnya kinerja sistem pencernaan, serta menyebabkan perut kembung.

Selain tidak baik untuk kesehatan, makan dan minum sambil berdiri menjadi aktivitas dianggap kurang baik dalam etika kesopanan. Sehingga pastikan kita makan dan minum dalam kondisi duduk. Hendaknya menggunakan tangan kanan.

 

Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam kepada seorang anak :

Wahai nak, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah yang terdekat denganmu dulu.” (HR. Al-Bukhari No. 5376)

 

  1. Hendaknya ia makan makanan yang ada di dekatnya, serta dahulukan makan dari bagian pinggirnya tidak mulai makan dari bagian tengahnya. Hal ini berdasarkan hadits Sa’id bin Jubair, dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

Keberkahan turun di bagian tengah makanan. Maka mulailah untuk makan dari pinggirnya, jangan makan dari tengahnya.” (HR. Tirmidzi (Tuhfatul Ahwaadzi) hadits ini hasan shahih (4/439).

 

  1. Boleh makan sampai kenyang asal jangan kekenyangan. Diharamkan melebihi batas kenyang, karena berbahaya dan melanggar etika masyarakat. Allah tidak menyukai seseorang yang berlebihan terhadap sesuatu. Makanlah secukupnya, karena jika tidak dihabiskan jatuhnya makanan akan mubadzir dan boros.
  2. Jangan membawa pulang makanan atau bahkan diperjual belikan. Hal itu tidak diperbolehkan.
  3. Para undangan dianjurkan untuk mendo’akan pemilik makanan.

 

Ya Allah, ampunilah mereka, sayangilah mereka dan berkahilah mereka pada apa-apa yang Engkau karuniakan kepada mereka” (HR. Ahmad IV/187-188).